• BIANGLALA ILMU
  • PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 3 KOTA SUKABUMI

Kue coklat untuk Liana

Pagi hari yang sangat cerah, secerah dari biasanya. Di sebuah rumah yang sangat sederhana, hiduplah sebuah keluarga yang menggantungkan hidupnya dengan berkebun di ladang orang.

                   Pagi itu Danu dan liana ( yang akrab dipanggil Ana ) berangkat sekolah seperti biasanya, berbeda dengan anak lainnya yang berangkat ke sekolah menggunakan sepeda, diantar orang tua menggunakan motor bahkan menggunakan mobil, mereka berangkat jalan kaki itupun tidak diantar karena pagi sekali ayahnya harus pergi berkebun, ibunya kuli cuci dari rumah kerumah.

                   Walau mereka merupakan keluarga yang tergolong miskin, namun mereka hidup bahagia, karena kehangatan kasih sayanglah yang telah membuat mereka hidup bahagia. Namun,sayang sekali kebahagiaan itu tidak lama, karena ayah mereka meninggal dipatuk ular berbisa saat berkebun, tidak lama setelah kematian ayahnya ibunya sakit lalu meninggal.

                   Setelah kedua orang tuanya meninggal mereka hanya hidup berdua, bahkan mereka rela putus sekolah hanya untuk membiayai hidupnya, mereka memiliki pola makan yang tidak teratur bahkan terkadang mereka tidak makan satu sampai dua hari, karena mereka tidak memiliki uang, walau sebenarnya banyak tetangga yang merasa kasihan dengan mereka, tapi mereka tidak mau dikasihani. Sempat mereka berbohong karena saat itu, mereka ditanya oleh tetangganya yang bernama Bu Wina "Danu,apakah kamu dan Ana  sudah makan?" Tanya bu Wina, lalu Danu menjawab "Sudah bu" jawab Danu dengan senyuman manis di bibirnya, padahal mereka sama sekali belum makan sedikit pun,"Ohh… yasudah kalau kalian butuh apa-apa bilang saja yahh ke ibu" jawab bu Wina. Ana bertanya kepada kakaknya "Kak, mengapa kita tidak jujur saja kalau kita berdua belum makan? pasti bu Wina akan memberi kita makan,?" Tanya ana dengan muka yang penuh rasa penasaran, "Ayah pernah bilang kepada kakak, saat kamu masih kecil, kita tidak boleh menyusahkan orang lain, selagi kita bisa kenapa tidak? Itu pesan ayah kepada kakak" jawab Danu dengan penuh kesabaran, Ana tidak menjawab apapun dia hanya tersenyum tipis.

                    Untuk memenuhi kehidupan sehari harinya Danu sekarang bekerja di sebuah rumah makan, ia awalnya ditolak oleh pemilik rumah makan tersebut, karena sang pemilik tidak percaya bahwa Danu bisa bekerja disana, namun setelah mendengar cerita Danu, pemilik rumah makan pun mengizinkan Danu untuk berkerja, walaupun hanya sekedar mencuci piring dan mengepel, tapi Danu sangat senang karena dia bisa mendapatkan uang untuk makan, walaupun upah tersebut tidak seberapa.

                    Pada saat Danu bekerja Ana diam dirumah, Ana lebih suka menyendiri dan merenung Ana tidak suka bermain dengan teman-teman seusianya. Mungkin karena Ana masih memikirkan kematian orang tuanya yang begitu cepat.

                    Danu bekerja dari pagi sampai sore, terkadang sampai malam jika rumah makan itu rame. Danu bekerja dengan sangat giat dan rajin, sifat tersebut membuat sang pemilik rumah makan kagum terhadap sikapnya, karena kekaguman itulah Danu sering mendapat 1 bungkus nasi dengan ayam.

                     Pagi hari ini beda dengan pagi hari sebelum-sebelumnya karena pagi itu Ana bangun lebih awal, entah apa yang membuatnya bangun lebih awal hari ini, namun saat aku perhatikan Ana sedang murung dan sedih.

                      "Ana?" tanya Danu sambil menepuk bahu Ana,"ehh kakak," jawab Ana dengan kaget, "kamu kenapa? kelihatannya sedih banget? ada yang kamu pikirin?" tanya Danu dengan penuh rasa penasaran, Ana tidak menjawab lalu dia menangis, tindakannya membuat Danu semakin kwatir,"kenapa kamu lapar?" tanya Danu, Ana menggelengkan kepalanya,"Teringat ayah dan ibu?" tanya Danu lagi, Ana terdiam, lalu ia berkata "Aku kangen Ayah sama Ibu, padahal 10 hari lagi aku ulang tahun, tapi aku nggak bisa minta apa-apa, soalnya ibu dan ayah sudah tidak adaaaa" jawabnya sambil menangis, Danu berkata "Siapa bilang kamu tidak bisa meminta apapun di hari ulangmu? Kan masih ada Kakak" hibur Danu sambil meyakinkan Ana, "Benarkah? Kalau begitu aku ingin es krim vanilla dan kue coklat kak" jawab Ana dengan malu-malu, Danu mengiyakan permintaan Ana namun sebenarnya dia sangat bingung bagaimana caranya dia bisa membeli kue coklat?, kalau hanya es krim vanilla saja dia bisa membelinya dengan cara mengumpulkan uang selama 3 hari, berapa lama ia bisa mengumpulkan uang untuk membeli kue coklat? 1 Minggu? 1 bulan? atau bahkan 2 bulan? Itulah yang terus terbayang di pikiran Danu.

                      Hari ini merupakan tepat 3 bulan Danu bekerja, saat di rumah makan Danu selalu melamun, dia sedang memikirkan bagaimana caranya bisa mendapatkan uang untuk membeli kue dan es krim dalam waktu sepuluh hari?, karena Danu sering melamun membuatnya ditegur oleh pemilik rumah makan, dan akhirnya Danu menceritakan semuanya pada pemilik rumah makan, karena memang pemilik rumah makan itu sudah tau mengenai kisah hidup Danu dan adiknya, namun pemilik rumah makan itu tidak memberikan langsung uang untuk membeli kue dan es krim ataupun memberikan kue dan es krim sekaligus, tapi malah menawarkan pekerjaan baru di sela-sela kesibukannya mencuci piring di rumah makan, Danu diberi tawaran untuk mengurus 4 ekor ayam pemilik rumah makan tersebut, tanpa berpikir panjang Danu pun menyetujuinya, mulai besok Danu mempunyai 2 pekerjaan yaitu mengurus ayam dan mencuci piring di rumah makan.

                     Hari demi hari Danu lewati dan ulang tahun Ana pun tinggal 1 hari lagi, saat sedih mencuci piring Danu dipanggil oleh pemilik rumah makan, dia diberi uang untuk membeli es krim vanilla dan kue coklat yang diinginkan Ana, bahkan Danu diberi bonus atas kerja keras dan kejujurannya dalam bekerja, Danu tidak pernah mengeluh atas pekerjaannya,dia juga selalu jujur dalam membeli makan untuk ayam, bahkan uang kembalian 500 perak saja selalu ia berikan pada pemilik rumah makan, dan Danu tidak pernah perhitungan.

                   Hari ulang tahun Ana pun tiba, dan Danu memberikan es krim dan kue coklat kepada Ana tepat pada pukul 0.00 atau tepat pada pergantian hari.

                 Ana sangat senang dan sangat bangga memiliki kakak seperti Danu, yang pekerja keras dan pantang menyerah dalam menghadapi semua tantangan.

 

 

 

Unsur-unsur teks cerpen “Kue coklat untuk Liana”

 

 

  1. Tema                               : Selalu sabar dan jangan pantang menyerah   

                                          dalam menghadapi segala masalah, terus 

                                          berusaha/bekerja keras.

  1. Alur                                 : Alur Maju
  2. Penokohan                       : Liana = Baik, mudah menyerah, cengeng.

                                                      Danu = Baik, pantang menyerah, mau

                                                                   berusaha, sabar, dewasa, pekerja keras.        

                                                      Bu Wina                          = Baik hati

                                                      Pemilik Rumah Makan   = Baik hati,

                                                                                                  penyayang

                                                      Ayah dan Ibu                   = Pekerja Keras

  1. Latar                                 : Tempat = Rumah Danu sekeluarga, Rumah

                                                            makan

                                                      Waktu  = Pagi hari, sore hari, malam hari,

                                                                      Siang hari.

                                                       Suasana = menyenangkan, menyedihkan

  1. Sudut Pandang                  :  Sudut Pandang orang Ketiga
  2. Menggunakan Majas Ironi

 

 

 

 

 

 

 

Struktur Teks Cerpen

Orientasi Paragraf 1-3

Komplikasi Paragraf 4-9

Resolusi Paragraf 10-13

 

 

 

 

Pesan

Kita harus terus bekerja keras

 

Oleh: 

Oleh Vera Setiawati

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Crazy But Not Stupid

Karya : Riska Putri Arisandi Dizaman sekarang ini manusia hanya melihat seseorang hanya dari penampilannya saja tanpa memastikan kebenarannya. Itulah yang kusimpulkan setelah mengamati

29/10/2019 15:45 WIB - Administrator
Cahaya di Mata Ibu...

             Disuatu kampung yang terpencil di Jawa Barat, hiduplah seorang anak yang sangat nakal dan bisa dibilang berandal

18/09/2019 11:59 WIB - Administrator