• BIANGLALA ILMU
  • PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 3 KOTA SUKABUMI

Crazy But Not Stupid

Karya : Riska Putri Arisandi

Dizaman sekarang ini manusia hanya melihat seseorang hanya dari penampilannya saja tanpa memastikan kebenarannya. Itulah yang kusimpulkan setelah mengamati dari kejadian yang pernah kualami. Mereka selalu memandang rendah orang lain dan berkata orang lain itu buruk, tanpa mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Bisa saja orang lain yang kita anggap buruk itu lebih baik dari kita, dan kita lebih buruk daripada mereka.

                Suatu hari, aku, Meli, dan Bela sedang bercengkrama disebuah cafe. Saat aku melihat keramaian jalan dari dalam jendela, aku penasaran mengapa banyak sekali orang yang berkumpul dan ribut disana. Saat aku telaah lebih lanjut, aku melihat seorang pria berpakaian lusuh sedang diam mematung ditengah jalan. Aku sangat penasaran dengan apa yang dilakukan pria itu. Beberapa menit kemudian pria itupun kembali bergerak dan berjalan menghampiri kerumunan orang yang sedari tadi memperhatikannya, dan itu sontak membuat orang-orang berlari ketakutan dan menjauh darinya.

“ ada orang gila... orang gilaa..” teriak orang-orang itu sambil berlari.

                Mereka berlarian seolah-olah pria itu akan melakukan sesuatu kepada mereka, namun nyatanya tidak. Menurutku pria itu tidak memiliki niat untuk mengganggu atau menyakiti siapapun. Perilakunya tidak menunjukkan jika ia berbahaya bagi orang lain.

                Aku terus memandangi pria itu dan orang-orang yang terus berlarian. Aku mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Melihat aku yang sedari tadi diam dan melamun, membuat teman-temanku penasaran.

“heii, liain apa sih? Serius banget.”

“bukan apa-apa kok. Aku Cuma bingung aja ngeliat orang-orang diluar.”

“emangnya kenapa mereka?”

“coba liat aja”

“arrgghh ada orang gila, takut ih”

“nah gini nih yang aku bingungin. Kenapa harus takut? Padahal kan dia gak ganggu dan gak ngebahayain.”

“ya, pokoknya takut aja”

                Akupun hanya menggelengkan kepalaku melihat apa yang dilakukan teman-temanku itu. Aku sangat tak mengerti tentang apa yang mereka takutkan. Aku terus memperhatikan pria yang mereka takuti dan mereka anggap gila itu. Ya, memang benar jika pria itu sedikit aneh dan berbeda dari kami semua. Pria itu terus hilir mudik di tengah jalan, kadang dia berhenti didepan mobil yang melaju hingga membuat mobil tersebut terpaksa berhenti. Tapi ada satu hal yang membuatku penasaran terhadap pria yang bertingkah aneh itu. Saat pria aneh itu pergi seseorang berkata jika sebenarnya pria itu tidak benar-benar gila, kerena dia masih bisa berpikir seperti manusia normal, bahkan ia jauh lebih cerdas dalam berpikir.

                Aku benar-benar penasaran dan ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada pria itu, dan berapa cerdas pria itu dalam berpikir. Untuk menjawab pertanyaan itu, akupun memutuskan untuk mencari tahunya.

                Beberapa minggu setelah kejadian itu, saat liburan sedang berlangsung, temanku memintaku untuk mengajarkannya gerakan silat. Sebenarnya aku tak bisa silat, tapi karena pada saat praktik aku mendapat nilai yang cukup bagus, jadi aku diminta untuk mengajarkannya.

                Kami berlatih di Alun-alun Kota Sukabumi, tepatnya didepan Mesjid Agung Kota Sukabumi. Saat kami sedang asyik berlatih, tiba-tiba temanku heboh karena melihat pria itu. Mereka semua bersembunyi dibalik tubuhku. Aku berusaha menenangkan mereka, tapi saat pria itu semakin mendekat, teman-temanku pun semakin heboh dan ketakutan.

“udah gak usah takut, Abo gak akan ganggu kalian kok. Abo Cuma mau liat kalian latihan” ucap pria itu

‘oh ternyata pria itu bernama Abo. Kayaknya walaupun sikap dan cara berpakaiannya aneh, aku gak bener-bener yakin jika dia bener-bener gila’ batinku.

“pasti kalian mikir, sebenernya Abo gila apa pura-pura gila? Iya kan?”

                Aku benar-benar terkejut saat mendengan pernyataannya, bagaimana dia tahu jika aku sedang berpikir seperti itu? Mungkin sebenernya dia itu adalah peramal yang pura-pura gila, atau orang gila yang berpura-pura menjadi peramal. Ah entahlah aku bingung.

“udah gak usah dipikirin. Sebenernya Abo memang orang gila. Bahkan dokter-dokter Abo aja bilang gitu. Abo udah beberapa kali tes psikotes dan hasilnya jauh diatas 140. Dan para dokter yang nanganin Abo bilang kalau Abo emang gila”

“hah???” kami benar-benar tersontak saat mendengar itu, kami bingung antara harus percaya atau tidak.

“kalian tau gak? Waktu Abo tau hasil tes psikotes Abo, ternyata hasilnya diatas Albert Einstein”

                Aku dan teman-temanku berpikir, pantas saja dia gila. Albert Einstein aja dibilang idiot karena terlalu cerdas, apalagi dia yang IQ nya lebih besar dari Albert Einstein.

“Abo tau, kalian gak mungkin percaya sama Abo. Tapi coba kalian jawab pertanyaan dari Abo dengan cepat.”

                Ia pun melontarkan beberapa pertanyaan yang sukses membuat kami kelabakan. Ia menyuruh kami menghitung jumlah 1+2+3+4+....+1000 dalam waktu 5 detik. Melihat kami yang kesulitan, ia pun langsung menyebutkan jawabannya pada kami, tak lipa ia pun mengajarkan kami cara untuk memecahkan persoalan semacam itu.

                Aku benar-benar terkejut  saat mendengar penjelasannya, dan aku sedikit malu, bagaimana mungkin aku manusia yang normal diajarkan seseorang yang kupikir aneh dan bertingkah seperti orang gila.

                Saat ia menghampiri seseorang yang memanggilnya tadi, akupun memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali berlatih gerakan silat yang sempat tertunda tadi.

                Saat kami sedang berlatih, ia kembali lagi sembari membawa tahu Sumedang.

“kalian pasti cape kan abis latihan, nih Abo bawain makanan buat kalian, biar kalian semangat”

“gak usah gapapa” ucapku

“ini buat kalian, Abo sengaja beliin ini buat kalian.”

“gapapa, kita masih mau latihan kok”

“yaudah Abo taro disini ya” ucapnya sambil meletakkan kantong yang berisi tahu itu didekat barang-barang kami.

                Aku meminta teman-temanku untuk tetap fokus berlatih tanpa harus khawatir dengan keberadaan pria itu.

“Kamu pasti sering tiduh sehabis subuh atau ashar yya?” ucapnya saat melihat salah satu temanku yang sulit menerima dan menghafal apa yeng telah aku ajarkan.

“hmmm... i...i...iya kadang” jawab salah satu temanku sembari gelagapan karena terlalu terkejut.

“kok bisa tau?” tanyaku penasaran

“kalian tau gak dalam sebuah hadis........” jelasnya panjang lebar.

                Ia membacakan sebuah hadis dan menjelaskan maksud dari hadis itu kepada kita semua betapa bahayanya jika kita tidur setelah subuh dan ashar. Kami sukses dibuat nganga karena takjub dengan pemaparannya.

                Sembari kami berlatih, ia bercerita mengenai hidupnya dimasa lalu. Banyak sekali yang dapat kami pelajari dari kisah-kisah itu. Satu kalimat yang selalu ia tekankan ditengah pembicaraannya yaitu “I’M CRAZY, BUT NOT STUPID”.

Setelah hari itu aku menyadari betapa pentingnya bagi kita untuk menjauhi sifat merasa diri selalu benar dan menganggap orang lain buruk, jangan pernah menilai oranglain dari apa yang hanya kita lihat dan kita dengar, dan selalu mau belajar dimanapun, kapanpun, dan dari siapapun.

Komentar

Bagus riskha... Lanjutkan menulis hingga menjadi kebiasaan yg baik. Good job neng ❤️❤️❤️

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Cahaya di Mata Ibu...

             Disuatu kampung yang terpencil di Jawa Barat, hiduplah seorang anak yang sangat nakal dan bisa dibilang berandal

18/09/2019 11:59 WIB - Administrator
Kue coklat untuk Liana

Pagi hari yang sangat cerah, secerah dari biasanya. Di sebuah rumah yang sangat sederhana, hiduplah sebuah keluarga yang menggantungkan hidupnya dengan berkebun di ladang orang.  &

17/09/2019 14:29 WIB - Administrator